Senin, 07 Desember 2015
Kemana Langkahmu? #2
Jumat, 17 Juli 2015
Kemana Langkahmu?
Memberikan waktumu untuk setiap agenda dakwah pastilah butuh suatu kesiapan yang matang. Siapa sih yang mau kerja capek-capek, ke sana kemari, tapi tak ada fee yang didapatkan? bagi yang belum ter tarbiyah dengan baik, hanya memodalkan niat dan kemauan itu tidak cukup. Butuh ilmu untuk menerapkannya, dan untuk meng-istiqomahkan diri ini mengabdi dalam dunia dakwah perlu lingkaran untuk menyemangatimu.
Selasa, 05 Agustus 2014
Paper! Dampak Eksploitasi
"Dunia ini penuh dengan manusia yang
kelaparan yang tidak mempunyai uang untuk membeli makanan, ini adalah sebuah
paradok, di dunia negara miskin adalah dunia yang selalu lapar, mungkin
terdapat cara memperluas produksi makanan yang dapat menjaga agar harga pangan
menjadi tidak terlalu mahal agar mereka bisa membeli dan mendapatkan makanan.
Ini adalah filosofi yang tidak berdasarkan kebijakan yang adil dan harus
diberhentikan sebagai dasar aturan dalam hubungan antara bangsa-bangsa......"
— Che Guevara
Minggu, 11 Mei 2014
Aspek Sosial Ekonomi dan Budaya Agroforestri
Aspek
Sosial Ekonomi dan Budaya Agroforestri
1.
Kelayakan
(Feasibility)
1.1
Sumber
daya yang tersedia
-
Status ekonomi
Penanaman pohon-pohon ditentukan oleh
faktor tingkat kekayaan dan status lahan. Jumlah rumah tangga miskin (menguasai
lahan sempit) yang menanam pohon-pohon lebih sedikit daripada rumah tangga
kaya, demikian pula jumlah pohon yang ditanam oleh rumah tangga miskin lebih
sedikit daripada jumlah pohon rumah tangga kaya (menguasai lahan luas).
-
Luas lahan
Pemilikan
lahan yang sempit cenderung mengurangi minat budidaya pohon-pohon (Acacia
mearnsii) di pedesaan Banjarnegara, Wonosobo, dan Gunung Kidul. Peningkatan
kepadatan penduduk berarti peningkatan ketersediaan tenaga kerja per unit
lahan, sehingga petani lebih memilih tanaman-tanaman yang lebih intensif.
-
Kualitas lahan
Berdasarkan penelitiannya pada masyarakat
petani di Peru – Amazon, Loker (1993) menunjukkan bahwa dalam kondisi alam yang
sulit (lahan tidak subur atau miskin) petani Peru telah mengembangkan sistem
pertanian campuran yang mencakup budidaya tanaman setahun (a.l. padi, jagung,
ubi kayu), budidaya tanaman tahunan (a.l. sitrus, mangga), dan pemeliharaan
ternak sapi. Lahan yang tersedia sangat luas, sedangkan ketersediaan tenaga
kerja terbatas. Pemeliharaan ternak sapi, meskipun dipandang telah menyebabkan
kerusakan lingkungan (degradasi lahan), merupakan strategi hidup yang penting
dan memberikan keuntungan ganda bagi peternak.
-
Tenaga kerja dan alokasinya
Pengaruh faktor ketersediaan tenaga
kerja terhadap pilihan budidaya pohon-pohon ditunjukkan oleh kasus di pedesaan
Jawa (Berenschot et al., 1988; Van Der Poel dan Van Dijk, 1987) dan
Afrika bagian Timur (Warner, 1995). Rumah tangga yang kekurangan tenaga kerja
pada musim-musim tertentu karena kegiatan migrasi cenderung membudidayakan
pohon-pohon karena budidaya pohon-pohon membutuhkan masukan tenaga kerja yang
rendah dan memberikan pendapatan yang relatif tinggi.
Rabu, 05 Februari 2014
Menjadi Wanita Paling Bahagia
Wanita itu lebih mahal daripada harta simpanan dan
lebih berharga daripada kekayaan
Hati yang Merindukan Surga
Berbahagialah dengan kehidupan,
Sebelum kematian datang menjemput
Petiklah semua bunga kehidupan
sebelum angin datang merontokkannya
Pernah
engkau mendengar kisah tentang istri Shalih ibn Hay? Ia adalah seorang wanita
yang ditinggal mati suaminya dan memiliki dua putra. Disebutkan, ketika
keduanya telah tumbuh dewasa, wanita salehah ini senantiasa mengajarkan kepada
mereka tentang ibadah, ketaatan pada Allah, dan shalat malam.
Ingin Cantik??
Tips Islami Mempercantik Diri
1.
Jadikanlah “GHADUL
BASHAR-MENJAGA PANDANGAN” sebagai hiasan kedua belah matamu, niscaya kamu akan
lebih manis.
2.
Oleskanlah lipstik
“KEJUJURAN” pada dirimu niscaya kamu akan semakin cantik.
3. Gunakanlah pemerah
pipimu dengan kosmetik “HAYA’-MALU” niscaya kamu akan semakin cantik.
4.
Pakailah selalu sabun
“ISTIGHFAR-MEMOHON AMPUNAN ” setiap hari untuk menghilangkan dosa dan kesalahan
yang kamu lakukan, niscaya kamu akan selalu bersih dan suci.
5. Rawatlah rambutmu dengan
shampo “HIJAB ISLAMI” niscaya kamu akan terhindar dari ketombe pandangan
laki-laki asing yang dapat membahayakan dirimu.
6.
Hiasilah kedua tanganmu
dengan “TAWADHU’-RENDAH HATI” dan jari-jarimu yang lentik dengan “UKHUWAH
–PERSAUDARAAN” maka kamu akan semakin anggun.
7.
Gunakan pendengaran yang
taat hanya kepada “ALLAH SWT.” Pada kedua telinga maka kamu akan selamat dunia
dan akhirat.
8.
Sebaik-baik kalung
mutiara yang kamu pakai adalah “KALUNG KESUCIAN” maka kamu akan terlihat
memesona.
9.
Pakailah selalu pakaian
“TAQWA” yang selalu menutup tubuh agar terlihat berwibawa.
10.
Gunakanlah kaos kaki
“DAKWAH” dan “SEPATU JIHAD” maka kamu akan termasuk orang yang beruntung.
11.
Agar wajah selalu segar,
berseri, dan makin cantik, cucilah minimal 5 kali sehari dengan “AIR WUDHU”.
Jangan langsung dikeringkan oleh handuk, biarkan menetes dan kering sendiri.
Lalu ambillah sajadah, sholat, dzikir dan berdoalah.
12.
Untuk menghilangkan
stress, perbanyaklah olahraga. Cukup dengan memperbanyak sholat. Ketika sholat,
kita menggerakkan seluruh tubuh. Lalu, berkonsultasilah pada Allah dengan zikir
dan do’a.
13.
Agar awet muda,
gunakanlah senyuman sebagai pelembab wajahmu. Tidak hanya dibibir, tetapi juga
dihati.
14.
Untuk memperoleh bentuk
bibir yang cantik, bisikkanlah kalimat-kalimat Allah, tidak berbohong atau
menyakiti hati orang lain, tidak menyombongkan diri atau takabur.
15.
Agar tubuh langsing,
singset, dan mulus, diet yang teratur dengan puasa seminggu 2 kali, senin dan
kamis. Jika kuat, lebih bagus lagi puasa Nabi Daud a.s, satu hari puasa, satu
hari tidak (selang-seling). Makanlah makanan halal, perbanyak sayuran,
buah-buahan, dan air putih. Jaga pula makanan yang dikonsumsi, hindari yang syubhat,
apalagi yang haram.
16.
Untuk mengembangkan
diri, sebarkan salam dan sapaan. Dengan demikian, kita akan banyak dikenal dan
disayang orang lain.
Semoga bermanfaat untuk semua. ^
Kamis, 16 Januari 2014
Laporan Lengkap Praktikum Hasil Hutan Non-Kayu
I. PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Hasil hutan non-kayu
adalah bahan-bahan atau komoditas yang didapatkan dari hutan tanpa
harus menebang pohon. Mencakup hewan buruan, rambut hewan, kacang-kacangan, biji, buah beri, jamur, minyak, daun, rempah-rempah, rempah daun, gambut, ranting untuk kayu bakar, pakan hewan ternak, dan madu. Selain itu, tumbuhan
paku, kayu manis, lumut, karet, resin, getah, dan ginseng juga masuk ke dalam kategori hasil
hutan non-kayu (Kasmudjo, 2011)
Langganan:
Postingan (Atom)


