Hasan Al-Banna :
Sang Dai di Kedai-kedai Kopi
Berikut ini adalah petikan dari memoir (catatan harian) sang
ulama kharismatik dari Mesir tersebut.
Tibalah saatnya untuk
praktik, setelah sekian lama menggeluti dunia keilmuan. Saya menawarkan kepada teman-teman
agar keluar untuk menyampaikan khotbah di kedai-kedai kopi. Teman-teman merasa
heran seraya berkomentar : “Para pemilik kedai kopi tentu tidak akan
mengizinkan hal ini. Mereka pasti akan menolaknya, karena dapat mengganggu
pekerjaan mereka. Di samping itu, kebanyakan dari para pengunjung kedai kopi
adalah orang-orang yang hanya memikirkan apa yang sedang mereka nikmati.
Bagaimana kita mesti berbicara tentang agama dan kahlak di hadapan orang-orang
yang hanya memikirkan kesenangan duniawi seperti yang sedang mereka nikmati
itu?”
Bagaimana Hasan Al-Banna menghadapi sikap skeptic
(ragu-ragu) dari teman-temannya? Apakah akhirnya ia mundur ?

